Chietzuchi’s Blog

April 25, 2009

meredam atau membangkitkan islam??

Filed under: Uncategorized — by djenar abunetti @ 1:52 am
Tags: , ,

Hari  ini saiia dapat email yg memberitahukan kalo saiia di tagged di facebook untuk membaca sebuah catatan,reaksi di facebook sangat beragam dan saiia juga ingin tahu apa reaksi di sini itu saja gak ada niatan lain.

Majalah AL-Zaytun merupakan corong mercu suar AS Panji Gumilang cs sebagai alat propaganda utama, juga tak ketinggalan pula menebar agen – agen jurnalisnya sebagai antek – anteknya demi kepentingan – kepentingannya. Dan kalaupun kita membaca berita – berita dan laporannya hanya satu obsesinya, agar publik ummat islam Indonesia selalu percaya dan tetap menggantungkan seluruh kemajuan islam dan kebangkitan islam pada Ma’had Al-Zaytun dan AS Panji Gumilang semata, pada yang lainnya tidak ada. Inilah yang dicoba terus dan dipertahankan agar image itu tetap melekat pada nama Al-Zaytun saja. Sehingga segala cara apapun harus ditempuhnya. Ada satu hal pokok yang tak pernah diulas oleh Majalah Al-Zaytun dan AS Panji Gumilang selama ini, yaitu tentang Syariat Islam. Meski kapasitasnya dia sebagai imam NII KW IX maupun sebagai Syakh Al-Ma’had Al-Zaytun, tetapi kristalisasi aktualitas keislaman dan keimanannya telah keluar dari ajaran yang hanif. Ataukah itu memang cermin yang tepat atas trademark dirinya sebagai aliran sesat yang menyesatkan. Pantaslah sedikitpun ia tak pernah bicara terbuka didepan publik tentang syariat islam sebagai rahmatan lil allamin, kalau dia bicara begitu itu sangat berbahaya bagi kepentingan diri dan masa depan politik dan bisnisnya dengan Al-Zaytun sebagai kendaraannya. Sebagai contoh paling aktual adalah ada seorang penulis lain yang bukan termasuk agen – agen jurnalis AS Panji Gumilang, yang menceritakan pengakuan dan kesaksian kepada penulis bahwa ia pernah menulis di sebuah surat kabar ‘ x ‘ yang isinya punya semangat itjihad luar biasa bahkan terkesan agak radikal revolusioner, dimarahi dan diperingatkan penulis tersebut dengan mengatakan,’’ Tahu nggak kamu, tulisan kamu itu sangat berbahaya sekali bagi Al-Zaytun dan AS Panji Gumilang, bisa – bisa gara – gara tulisanmu itu Al-Zaytun bisa ditutup, mengerti. Dari pengakuan tersebut telah jelas dan bisa ditarik kesimpulan. Bahwa Al-Zaytun hanyalah kamuflase, sebagai alat untuk menghancurkan islam dari dalam. Ketika ummat islam banyak berharap dari sini ternyata beragam jurus tipu muslihat dikembangkan dan dipraktekkan dengan nyata. Lalu masihkah ummat berharap kebangkitan islam muncul dari sini, ingat stop cukup sampai disini saja, jangan teruskan. Pada dasarnya Ma’had Al-Zaytun hanyalah ingin meredam kebangkitan islam ke jurang paling dalam. Kalau tidak kenapa agen – agen Orde Baru, Intelijen dan Amerika bermain dan punya kepentingan disini. Bicara kebangkitan islam bukanlah melalui sarana dan prasarana pendidikan hebat semata, kalau memang kunci variabelnya dari sini, padahal hakikatnya adalah palsu, semu, penuh rekayasa dan penelikungan arah tujuan sejati maka ujung – ujungnya adalah distorsi besar – besaran atau pengkhianatan/ penodaan atas makna islam sebagai doktrin ideologi dan media rahmatan lil allamin. Kebangkitan islam tidak mesti 100 persen dikonotasikan dan diidentikkan dengan keajaiban – keajaiban fisik yang futuristik, tetapi yang lebih essensial dan fundamental adalah kesadaran ummat islam dan para pemimpinnya akan pentingnya syariat islam sebagai indikator lahirnya tunas – tunas rahmatan lil allamin. Sebagai sebuah fenomena terkini lihatlah Kabupaten Bulukamba, di Sulawesi Selatan, dimana Bupati dan rakyatnya menyadari sepenuhnya, bahwa islam tidaklah seexstrim, sekejam dan seangker yang distigamtisasi oleh musuh – musuh islam. Dan bahkan yang lebih menggembirakan dan menggairahkan masyarakat non islampun menikmati hasil dari buah yang ditanam dengan penuh suka cita, sehingga roda ekonomi berputar pada semua lapisan tanpa terkecuali dan naik beberapa digit tingkat kemakmurannya serta menurun tajam tingkat kriminal dan kejahatan. Sungguh fantastis. Itu baru secuil contoh, lalu bagaimana kalau islam memegang tampuk kekusaaan seperti di masa Rasulullah dan sahabatnya. Tentu lebih daripada itu.

April 20, 2009

anak oscar

Filed under: Uncategorized — by djenar abunetti @ 8:24 pm
Tags: , , , , , , ,

KOMPAS.com — MENURUT media Inggris, News of the World, Minggu (19/4), Rafiq mencoba menjual Rubina kepada orang kaya dengan harga jutaan rupee atau setara dengan 200.000 poundsterling (Rp 3,1 miliar).

Tawaran itu justru diberikan kepada wartawan News of the World (notw) yang menyaru sebagai keluarga kaya dari Dubai, Uni Emirat Arab, saat menyambangi rumah keluarga Rafiq di perkampungan kumuh Kota Mumbai, India. Alasan Rafiq demi memberikan masa depan yang lebih baik bagi putrinya. Rafiq juga menyalahkan bos Hollywood yang telah memaksa dia untuk menjual anaknya. “Saya harus memikirkan apa yang baik bagi saya, keluarga, dan masa depan Rubina,” ujarnya. Dia mengaku keluarganya tidak mendapat apa-apa kendati Rubina mendapat Piala Oscar dan bisa jalan-jalan ke Hollywood atas tanggungan sutradara film, Danny Boyle. “Kami tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dari film ini,” tambahnya. Informasi yang didapat dari informan News of the World terungkap bahwa keluarga Rubina didekati salah satu keluarga kaya dari Timur Tengah yang tertarik untuk mengadopsi Rubina setelah melihat aktingnya pada film Slumdog Millionaire. Setelah itu Rafiq membisikkan syekh gadungan harga yang harus dibayar untuk bisa “mengadopsi” putrinya, 200.000 poundsterling. Harga itu empat kali lebih mahal dari penawaran awal. Nilainya meningkat setelah Rafiq diprovokasi oleh saudaranya, Mohiuddin. “Anak ini sekarang istimewa. Ini bukan anak biasa. Dia adalah anak Oscar!” News of the World edisi Minggu (19/4) menurunkan laporan khusus investigasi perdagangan anak di India. Namun, mereka tak menyangka bila salah satu kasus itu ternyata juga melibatkan keluarga aktris cilik pemenang Oscar. “Seperti Madonna, keluarga Timur Tengah itu juga ingin mengadopsi Rubina dan memberikan masa depan yang lebih baik lagi. Namun, Rafiq menjadi serakah dan akan menawarkan putrinya kepada penawar tertinggi,” terang informan itu. Dengan menyamar sebagai seorang syekh, reporter News of the World menghubungi Rafiq untuk menyelidiki penjualan anak. “Kita bisa membicarakan perjanjian ini ketika bertemu. Banyak yang menyatakan berminat dengan Rubina,” ujarnya kepada reporter News of the World. Pertemuan di Hotel Leela Kempinski ini membuat kagum Rubina. “Rumah kami hanya sebesar toilet di kamar ini. Kami tinggal di Gharib Nagar,” ujarnya polos. “Kami memerlukan dua atau tiga bulan lagi. Sebelum kita menyepakati harganya, kami akan datang ke Dubai. Rubina bisa datang dan pergi,” ujar Rajan, juru bicara keluarga Rubina. Jerat kemiskinan telah membutakan mata ayah Rubina yang rela menjual putrinya. Mereka tidak mengkhawatirkan penjualan anak-anak India yang sedang marak ke Timur Tengah. Di Timur Tengah mereka akan dipekejakan sebagai joki unta dan mendapat pelecehan seksual. Transaksi semacam ini masih jauh dari luar biasa dalam sebuah negara miskin di mana kehidupan manusia dihargai murah dan anak-anak seringkali dianggap sebagai sebuah komoditas. Informan tersebut mengatakan, “Rubina merupakan keluarga yang hebat. Meskipun ia bermain dengan baik di film itu dan telah menjelma menjadi putri cantik yang terkenal, mereka masih hidup dalam kondisi seperti itu sebelum bermain di film tersebut. “Kehidupan Rubina masih menyedihkan dan dia tinggal di sini dengan ibu tiri. Ia banyak menghabiskan waktunya dengan saya karena dia tidak senang tinggal di rumah orangtuanya,” ujar Rajan. Kehidupan Rubina dan keluarganya memang tak seberuntung film Slumdog yang dibintanginya yang sukses mencetak pundi keuntungan. Film garapan sutradara muda Inggris Danny Boyle itu mencetak 200 juta dollar AS atau Rp 2,4 triliun di seantero dunia. Film Slumdog Millionaire mengisahkan hidup anak yatim piatu yang berhadapan dengan kemiskinan, pengkhianatan, penyiksaan polisi, dan kuis ‘Who Wants to Be a Millionaire’ versi India. Semua dilakoninya demi bertemu kembali dengan cinta masa kecilnya. Bintang-bintang film ini bukan artis terkenal, seperti Rubina Ali, Dev Patel. dan Freida Pinto, hingga anak-anak yang dipungut Danny Boyle, sang sutradara, dari kawasan kumuh Mumbai, India. (notb/dri)

April 18, 2009

Jerusalem dalam Bahaya

KOMPAS.com —Oleh Musthafa Abd Rahman

 Kelompok Yahudi ekstrem, Kamis (16/4), mencoba menembus kompleks Masjid Al Aqsa di Jerusalem Timur dalam peringatan perayaan hari besar agama Yahudi. Mufti kota Jerusalem Timur (Al Quds) dan Imam Masjid Al Aqsa, Sheikh Akrama Sabri, memberi peringatan keras soal dampak negatif jika kaum Yahudi terus memaksa menembus kompleks Masjid Al Aqsa itu.

Menlu Palestina Riyadh Maliki, Rabu (15/4) di Ramallah, menggelar pertemuan dengan para duta besar dan diplomat asing untuk Palestina. Menlu Maliki menyampaikan bahaya aksi Israel yang terus melakukan proyek Yahudinisasi kota Jerusalem Timur dan rencana kaum Yahudi memasuki kompleks Masjid Al Aqsa.

Maliki menegaskan, Yahudinisasi kota Jerusalem Timur akan membuyarkan proses perdamaian. Kota Jerusalem memang sarat konflik sepanjang sejarah. Kini, hampir tidak ada hari dan bahkan tidak ada jam tanpa aksi Israel melakukan Yahudinisasi Jerusalem Timur.

Ketika rakyat Palestina dan bangsa Arab merayakan Jerusalem Timur sebagai ibu kota kebudayaan, Maret lalu, Israel secara bersamaan meluncurkan proyek Yahudinisasi di kawasan kompleks Masjid Al Aqsa.

Kota Jerusalem Timur adalah kota suci bagi ketiga agama Samawi, yakni Yahudi, Kristen, dan Islam. Kota suci tersebut yang diimpikan rakyat Palestina menjadi ibu kota negara kelak.

Pakar geologi Israel telah bekerja selama 39 tahun untuk penggalian di sekitar kompleks Masjid Al Aqsa. Meir Ben David, pakar itu, mengungkapkan, menjelang berdirinya negara Israel pada 1948, sesungguhnya pimpinan zionis berbeda pendapat apakah menduduki atau menerima status quo Jerusalem sebagai kota internasional.

PBB, pada 1947, membagi wilayah Palestina menjadi dua, yaitu wilayah Arab dan Yahudi. Jerusalem diputuskan sebagai kota internasional di bawah kontrol internasional. Namun, Yahudi ekstrem memilih menduduki kota Jerusalem dan mendapat dukungan lebih besar. Pimpinan zionis saat itu memilih mencapai kesepakatan dengan Jordania dengan membagi Jerusalem. Kemudian Israel menduduki Jerusalem Barat, dan Jordania menguasai Jerusalem Timur. Masyarakat internasional tak mengakui realitas baru kota Jerusalem, kecuali Inggris dan Pakistan.

PBB menolak pemecahan Jerusalem tersebut. Pada 1949, PBB mengecam aksi sepihak Israel yang membalas dengan mendeklarasikan kota Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan lembaga pemerintah dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Sejarawan Israel, Aharon Lieran, mengungkapkan, pada 14 Mei 1948, militer Israel mendapat tekanan dari sejumlah pemimpin politik dan organisasi untuk menguasai Jerusalem Timur. Pada hari itu, pasukan kolonial Inggris telah meninggalkan kota Jerusalem Timur.

Sejumlah pimpinan politik lain menolak menduduki Jerusalem Timur dan memilih mencapai kesepahaman dengan Jordania. Setelah empat hari, pasukan Jordania tiba di Jerusalem Timur dan sejak itu Jerusalem terbagi antara Timur dan Barat.

PM Israel David Ben Gurion saat itu marah kepada pimpinan militer dan politik Israel karena menolak menduduki Jerusalem Timur. ”Kita akan menangis untuk generasi mendatang karena kita gagal membebaskan Jerusalem Timur,” kata Gurion.

Pada perang Arab-Israel bulan Juni 1967, militer Israel berhasil mewujudkan impian PM Gurion. Jerusalem Timur pun diduduki.

Inilah awal mulainya Yahudinisasi Jerusalem Timur. Empat hari setelah menduduki kota Jerusalem Timur pada 5 Juni 1967, Israel menginstruksikan warga Arab di Distrik Magharaba hengkang untuk memperluas halaman Tembok Ratapan, yang terletak di dinding bagian barat kompleks Masjid Al Aqsa. Kompleks Masjid ini diyakini oleh Yahudi sebagai sisa reruntuhan dari Dinasti Salomon.

Pada 26 Juni 1967, tiga pekan setelah menduduki Jerusalem Timur, Pemerintah Israel menyatukan kota Jerusalem dengan dijadikan sebagai ibu kota negara.

Setelah mengontrol semua Jerusalem, Israel mulai meluncurkan proyek pembangunan permukiman Yahudi di Jerusalem Timur. Kini, setelah 42 tahun, jumlah penghuni permukiman Yahudi di sekitar kota suci itu mencapai 180.000 jiwa, sama dengan penghuni permukiman Yahudi di Tepi Barat.

Sejak tahun 1967, telah dibangun 29 permukiman Yahudi di kota Jerusalem Timur dan sekitarnya dan 14 permukiman Yahudi di antaranya di bangun di dalam kota suci. Beberapa rumah Yahudi dibangun di tengah distrik Arab di kompleks kota lama. Luas kompleks kota lama itu hanya 1 km persegi yang terdiri dari empat distrik, yakni distrik Islam, Kristen, Yahudi, dan Armenia.

Semula Israel hanya menguasai distrik Yahudi dan kawasan Tembok Ratapan di kota lama Jerusalem Timur. Namun, sejak pertengahan 1970-an, warga Yahudi mulai membeli rumah-rumah warga Palestina untuk mengurangi jumlah warga Arab di kompleks kota lama itu.

Hunian Ariel Sharon

Kini, warga Yahudi telah menguasai 40 persen perumahan yang ada di kota lama. Rumah-rumah itu kini sudah beralih status menjadi rumah orang Yahudi, kantor, dan hotel. Bahkan, mantan PM Israel Ariel Sharon memiliki rumah di tengah distrik Islam di kota lama itu.

Yahudinisasi Jerusalem Timur tidak sebatas di permukaan tanah, tetapi juga di bawah permukaan tanah. Israel kini telah membangun terowongan. Kini telah dibangun kota mini di bawah permukaan kota lama.

Di bawah permukaan kota lama kini terdapat museum-museum dan jalan-jalan yang saling menghubungkan warga Yahudi. Sejak awal tahun 1980-an, Israel mulai melakukan aksi Yahudinisasi pula di kawasan lingkaran Masjid Al Aqsa untuk menguasai rumah-rumah warga Arab di kawasan tersebut.

Israel telah membongkar 88 gedung yang dihuni sekitar 1.500 warga Palestina di Distrik Salwan di kawasan lingkaran Masjid Al Aqsa. Di distrik tersebut terdapat dua kompleks kuburan Islam.

Israel berdalih akan dibangun pusat perbelanjaan dan tempat parkir mobil di Distrik Salwan. Israel juga sudah banyak membeli rumah-rumah Palestina di kawasan lingkaran kompleks Masjid Al Aqsa yang lain, seperti Distrik Sheikh Garah, Jabal Zaitun, dan Mandub Shami.

Antara tahun 2001-2005, Israel telah membongkar 667 rumah Palestina di Jerusalem Timur. Kota Jerusalem Timur kini berpenduduk 410.000 jiwa yang terdiri atas 184.000 warga Yahudi (45 persen) dan 226.000 jiwa warga Arab (55 persen).

Jika masyarakat internasional tak berdaya membendung aksi Yahudinisasi Jerusalem Timur, kota suci itu tinggal menanti akhir hayatnya sebagai kota Arab, alias kehilangan identitas

April 17, 2009

make up

Filed under: Uncategorized — by djenar abunetti @ 1:23 pm
Tags: , , , , , , ,

MAKE UP bagi seorang public figure punya peran luar biasa. Sebagai media interaksi dengan orang lain, make up tak lagi dianggap penunjang penampilan, tapi kebutuhan yang tak bisa ditinggalkan.

Bagi seorang muslimah yang menutup auratnya, wajah menjadi media interaksi utama mereka dengan pria. Ekspresi, bahasa tubuh, pilihan kata-kata, dan sebagainya, jadi poin lain yang juga turut menentukan. Mungkin demikian pandangan kaum pria menilai wanita berkerudung.

Tak heran jika Okky Asokawati, seorang peragawati kawakan yang kini telah berkerudung, memerhatikan benar make up dan perawatan wajah. Make up dirasakannya mampu menutupi kekurangan pada wajah dan membuat wajah terlihat cerah.

“Make up itu perlu. Jadi kapan pun berhubungan dengan orang, saya harus berias. Make up menjadi imej penampilan kita secara keseluruhan,” tutur Okky saat ditemui usai peluncuran buku “Muslimah’s Light Make-up” di Rumah Kriya Asri, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2009).

Bahkan untuk kesempatan sehari-hari, wajah Okky tak pernah lepas dari make up. Yang biasa diaplikasikannya adalah pelembap dan bedak tabur. Dan saat harus menghadiri acara formal, Okky menambahkan foundation, two way cake dengan spoon yang tidak dibasahi, dan lipstik.

Beberapa jenis make up yang sangat diandalkannya untuk menutupi kekurangan pada wajah adalah shading, maskara, dan eyeliner. “Soalnya kontur tulang wajah saya nggak tajam. Tulang hidung dan tulang alis nggak tinggi, mata juga tidak terlalu besar. Tidak seperti wanita Timur Tengah yang tanpa dibuat garis atau shading, wajahnya sudah proporsional,” ujar wanita ramah yang hari itu terlihat cantik dengan padanan busana kurung warna gold.

Setebal apa pun make up dibaurkan di kulit, tak akan menempel sempurna jika sel kulit mati pada wajah menumpuk. Untuk mengatasinya, wanita berusia 48 tahun ini rajin perawatan mikrodermabrasi di klinik kecantikan tiap tiga bulan. Mikrodermabrasi adalah tindakan pengelupasan kulit menggunakan alat khusus dengan bahan utama kristal halus.

“Kalau nggak sempat, saya pakai produk dokter langganan di daerah Radio Dalam, Jakarta Selatan. Namanya ‘Skin Recon’ (Reconstruction). Saya sudah pakai produk perawatan itu sejak terjun di modeling, kira-kira umur 20 tahun. Saya perawatan dengan dokter biasanya cuma untuk suntik jerawat,” ujar Pemilik OQ Modelling ini.

Seiring pertambahan usia, elastisitas kulit wajah juga menurun. Okky sendiri merasakan kulitnya menjadi lebih kering. Kalau sudah begitu, ibu dari Tanisa Diva Siti Murbarani dan Queentadira Asokawati Padmodimuljo ini mengambil jalan untuk mengoleskan moisturizer berjenis lotion sesering mungkin.

“Saya berikan perhatian untuk kulit. Moisturizer khusus untuk mata, wajah, dan tangan. Untuk yang masih usia muda, mungkin bisa dicampur aduk penggunaannya, tapi seusia saya tidak bisa. Untuk tujuan mengurangi kerut mata, smilling line, dan tangan, kandungan kelembapannya berbeda-beda,” urainya yang punya kebiasaan minum tiga gelas air putih saat bangun tidur pagi.

Maret 25, 2009

Filed under: Uncategorized — by chietzuchi @ 10:31 pm

dsc00014

tazmania

Filed under: Uncategorized — by chietzuchi @ 10:23 pm

dsc00015

bagus

Filed under: Uncategorized — by chietzuchi @ 9:45 pm

dsc00006

kero-kero

Filed under: Uncategorized — by chietzuchi @ 9:15 pm

dsc00004

kaos

Filed under: Uncategorized — by chietzuchi @ 1:50 pm

dsc00003

frame

Filed under: Uncategorized — by chietzuchi @ 1:46 pm

dsc000011

Maret 23, 2009

ledakan

Filed under: Uncategorized — by chietzuchi @ 7:02 am

1_559295139mtes blog…

Hello world!

Filed under: Uncategorized — by chietzuchi @ 6:00 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Theme: Toni. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.